STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL MENGHADAPI KETATNYA PERSAINGAN GLOBAL
STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL
MENGHADAPI KETATNYA PERSAINGAN GLOBAL
A. Pengertian dan Definisi Manajemen
Operasional
Prinsip dasar manajemen merupakan suatu
proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen Operasional adalah merupakan proses pengambilan
keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka
menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran yaitu tepat waktu,
tepat jumlah, tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif.
B. Pengertian
Manajemen Operasional Menurut Para Ahli
Ø Jay Heizer dan Barry Render (2005;4), Manajemen
operasional adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk
barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.
Ø Eddy Herjanto (2003;2), Manajemen operasional dapat diartikan
sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi
fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien
dalam rangka mencapai tujuan.
Ø Pangestu Subagyo (2000;1), Manajemen
operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan
produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.
Ø William J. Stevenson (2009:4). Manajemen operasional adalah sebuah sistem manajemen
atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan produk yang diinginkan.
Ø Richard L. Daft (2006:216). Manajemen operasional ialah suatu bidang manajemen
yang mengkhususkan pada suatu produksi barang, serta menggunakan sebuah alat
dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.
Ø James Evans dan David Collier (2007:5). Menyatakan bahwa manajemen operasional adalah sebuah
ilmu dan seni untuk memastikan bahwa suatu barang dan jasa diciptakan dan
berhasil dikirim ke suatu pelanggan.
C. Ruang
lingkup
Ruang lingkup manajemen operasional
berhubungan dengan keputusan tentang proses pengoperasian sistem produksi,
pemilihan dan persiapan sistem operasional yang meliputi :
1. Perencanaan jumlah kapasitas produksi yang
optimal;
2. Perencanaan bangunan pabrik, layout,
desain tata letak fasilitas;
3. Desain proses transformasi;
4. Desain aliran kerja;
5. Manajemen persediaan;
6. Manajemen proyek;
7. Membuat Skedul Kerja;
8. Pengendalian dan Pengawasan Kualitas;
9. Pemeliharaan Fasililitas Produksi;
Ruang lingkup manajemen operasional antara
lain:
a) Aspek Struktural, yaitu aspek yang
mengenai suatu pengaturan komponen yang membangun suatu sistem manajemen
operasional yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
b) Aspek Fungsional, yaitu aspek yang
berkaitan dengan suatu manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen
struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian
maupun perbaikan agar diperoleh suatu kinerja yang optimal.
c) Aspek Lingkungan, yaitu sebuah sistem
dalam manajemen operasional yang berupa pentingnya memperhatikan suatu
perkembangan dan kecendrungan yang berhubungan dengan lingkungan.
D. Peranan Manajer Operasional dalam
Fungsi Manajemen
Peranan dan fungsi dari manajer
operasional sangat strategis dalam mengembangkan sistem proses produksi yang
tangguh untuk menciptakan produk atau jasa lebih efisien dan efektif.
Beberapa tugas pokok Manajer Operasional
dalam proses produksi adalah :
1. Merencanakan kualitas dan kuantitas bahan
baku dalam proses produksi;
2.
Menentukan
dan mengatur letak lokasi pabrik;
3.
Menentukan
dan mengatur lokasi gudang persediaan dan peralatan mesin yang efisien agar penghematan waktu dalam
mobilisasi;
4.
Melakukan
pemeliharaan peralatan pabrik untuk menjamin keandalan dan kelangsungan
operasional;
5.
Menciptakan
strategi produk yang berkualitas dan unik agar dapat bersaing di pasar dengan
biaya yang efektif;
6.
Menentukan
skedul kerja yang efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada
penambahan tenaga kerja baik di lapangan maupun di area kantor, dan mengurangi
biaya lembur.
7.
Bertanggungjawab
terhadap kontiniutas hasil produksi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
E. Tujuan Manajemen Operasional
Beberapa
tujuan dalam manajemen operasional diantaranya adalah:
1. Meningkatkan efisiensi (Efficiency), yaitu
meningkatkan efisiensi dalam perusahaan.
2. Meningkatkan efektivitas (Productivity),
yaitu untuk meningkatkan efektifitas dalam perusahaan.
3. Mengurangi biaya (Economy), untuk
mengurangi biaya dalam kegiatan perusahaan.
4. Meningkatkan kualitas (Quality), untuk
meningkatkan kualitas dalam perusahaan.
5. Mengurangi waktu proses produksi (Reduced
Processing time), untuk mengurangi waktu proses produksi dalam perusahaan.
F. Ciri-ciri Manajemen
Operasional
Karakteristik manajemen operasional
menurut Zulian Yamit (2003), yaitu:
·
Memiliki
sebuah tujuan yaitu untuk menghasilkan barang dan jasa
·
Memiliki
sebuah kegiatan yaitu dalam kegiatan proses transformasi
·
Adanya
suatu mekanisme yang mengendalikan suatu pengoperasian.
G.
Fungsi Manajemen Operasional
Ada beberapa fungsi dalam manajemen
operasional yaitu:
1.
Fungsi
Perencanaan
Dalam
perencanaan, seorang manajer operasi menentukan suatu tujuan subsistem operasi
dari suatu organisasi dan mengembangkan sebuah program, kebijakan dan prosedur
yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan itu. Dalam hal ini mencakup
perencanaan produk, perencanaan fasilitas dan perencanaan penggunaan sumber
daya produksi.
2.
Fungsi
Perorganisasian
Dalam
fungsi ini seorang manajer operasi menentukan sebuah struktur individu, grup,
seksi, bagian, divisi atau departemen untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
3.
Fungsi
Penggerakan
Manajemen
operasional ini memiliki fungsi yang dilaksanakan dengan memimpin, mengawasi
dan memotivasi karyawannya untuk melaksanakan tugas. Seorang manajer harus
menciptakan suasana lingkungan kerja yang nyaman, memberikan kesejahteraan
untuk karyawannya. Maka sebuah tujuan organisasi akan tercapai secara maksimal
dengan adanya dorongan yang kuat terhadap para karyawan untuk bekerja lebih
profesional dan semangat.
4.
Fungsi
Pengendalian
Manajemen operasional mempunyai fungsi
untuk mengembangkan sebuah estandar dan jaringan komunikasi yang diperlukan
agar sebuah pengorganisasian dan penggerakan sesuai dengan yang direncanakan
dan mencapai tujuan secara maksimal.
H. Identifikasi Misi dan
Strategi Perusahaan
Di
era globalisasi dapat dilihat bahwa lingkungan yang harus di hadapi oleh sebuah
perusahaan semakin komplek. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang
semakin cepat, pergeseran pada ekonomi digital dan e-commerce yang membutuhkan
pengetahuan dan keterampilan tinggi, pasar yang terpecah belah dalam cakupan
geografi yang luas sehingga menuntut spesialisasi bidang yang jelas,
perbaikan-perbaikan dan inovasi-inovasi yang di lakukan oleh setiap perusahaan
untuk mendapatkan keunggulan bersaingnya serta ditambah lagi munculnya
industri-industri lain yang tentu saja meningkatkan intensitas persaingan
semakin besar. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang benar-benar siap menghadapi
semua itulah yang akan bertahan dan terus berkembang. Sebuah perusahaan harus
mampu menerapkan keempat fungsi manajemen operasi seperti yang tercantum
diatas.
Dalam
era globalisai seperti saat ini, munculah suatu standar baru dalam persaingan
global yang meliputi kualitas, variasi, costumization, kemudahan, waktu dan
biaya untuk keberhasilan perusahaan. Dalam hal ini tugas manajer operasipun
menjadi lebih komplek. Manajer operasional pada saat ini harus memiliki
pandangan global dalam strategi operasi, perkembangan yang cepat dalam
perdagangan dunia yang seolah dunia tanpa batasan, mengakibatkan banyak
organisasi memperluas organisasinya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di
luar negeri.
Untuk
mencapai strategi bisnis dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif yang tepat
perlu melakukan 3 langkah utama yang harus dilakukan oleh perusahaan yaitu:
1. Analisis Lingkungan
Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman serta memahami lingkungan pelanggan, industri dan pesaing
2. Menetapkan misi perusahaan
Menetapkan alasan keberadaan
perusahaan dan mengidentifikasi nilai
produk yang akan diciptakan oleh perusahaan
3. Membentuk strategi
Membangun keunggulan bersaing seperti
harga yang murah, fleksibel rancangan atau isi, mutu, penghantaran yang cepat,
ketergantungan bersaing dalam manajemen operasional dapat diciptakan melalui 3
strategi yaitu diferensiasi, biaya rendah dan respon yang cepat.
Manajemen
operasi yang efektif harus memiliki sebuah Misi dan Strategi agar rencana yang
telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal. Sebuah misi dalam perusahaan
di gunakan untuk mengetahui arah dan tujuan yang ingin dicapai. Misi dapat
diartikan
sebagai :
1. Alasan pendirian organisasi
2. Memberi batasan dan fokus
3. Menjawab pertanyaan tentang apa yang akan diberikan kepada masyarakat.
Setelah
misi ditetapkan maka strategi dan implementasinya dapat di mulai. Sebuah
strategi menunjukan bagaimana organisasi akan bekerja untuk mencapai misi dan
tujuan-tujuannya atau merupakan action plan organisasi untuk mencapai misinya. Strategi
dapat diartikan sebagai:
1. Rencana tindakan untuk mencapai misi
2. Memperlihatkan bagaimana misi aka
dicapai
3. Merancang pola tentang bagaimana
menghadapi serta menyelesaikan hambatan yang akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan.
Strategi
di kembangkan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang ada, menetralisir
hambatan dan menghilangkan kelemahan. Ada 3 konsep strategi yang menjadi misi
yaitu diferensiasi, cost leadership dan respon yang cepat. Melihat 3 konsep
tersebut seorang manajer operasi harus menghasilkan produk yang lebih
berkualitas, berbeda dan lebih responsif. Salah satu atau kombinasi dari ketiga
konsep tersebut akan menghasilkan sistem yang memilki keunggulan khusus di atas
pesaing.
Ada
3 (tiga) yang memberikan peluang bagi seorang manajer operasional untuk meraih
keunggulan yaitu:
1. Bersaing pada perbedaan, artinya
keunikan dapat melalui karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan
kepada konsumen sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai.
2. Bersaing pada biaya, untuk mencapai
nilai maksimum yang diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai.
3. Bersaing pada respon cepat, melalui
keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang
tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel.
Dalam
prakteknya ketiga konsep strategi tersebut dapat diterjemahkan kedalam enam
strategi khusus, yaitu:
1. Fleksibel dalam desain dan volume
2. Harga rendah
3. Pengiriman cepat
4. Kualitas
5. Pelayanan purna jual
6. Lini produk yang luas.
I. Keputusan
Dalam Manajemen Operasi
Seorang
manajer dapat membuat keputusan-keputusan yang efektif di dalam bidang
manajemen operasi yaitu:
1.
Kualitas. Harapan kualitas harus ditemukan
serta prosedur harus ditetapkan untuk mengidentifikasi dan mencapai kualitas
tersebut
2.
Desain barang dan jasa. Perancangan barang/jasa akan
menentukan proses transformasi , keputusan biaya, kualitas dan tenaga kerja.
3. Desain proses dan kapasitas. Berkaitan dengan teknologi,kualitas,
tenaga kerja yang digunakan dan perawatan.
4.
Pemilihan lokasi. Lokasi sangat menentukan keberhasilan
untuk perusahaan manufaktur maupun jasa. Kesalahan dalam keputusan ini akan
berakibat pada inefisiensi.
5.
Desain tata letak (layout). Kapasitas, jumlah pekerja, keputusan
pembelian dan persediaan mempengaruhi tata letak. Proses dan bahan mentah harus
diletakkan dalam hubungan satu dengan yang lain.
6.
Perancangan kerja dan SDM. Tenaga kerja yang diperlukan harus
memilki bakat dan keterampilan yang kompeten. Pengelompokan tenaga kerja pada
bagian masing-masing sesuai dengan bakat yang dimiliki akan mempercepat proses
produksi.
7.
Manajemen rantai suplay. Keputusan ini menyangkut material
yang akan dibuat dan yang akan dibeli, kualitas, pengiriman dan inovasi pada
harga yang memuaskan. Keadaan saling menghargai antara pembeli dan pemasok
adalah penting untuk pembelian yang efektif.
8.
Persediaan. Keputusan persediaan dapat
dioptimalkan jika kepuasan konsumen supplier, skedul produksi dan perencanaan
tenaga kerja dipertimbangkan.
9.
Penjadwalan. Skedul produksi yang fisibel dan
efisien harus disusun, kebutuhan tenaga kerja dan fasilitas harus ditentukan
dan dikontrol.
10. Perawatan. Keputusan harus dibuat pada tingkat
reliabilitas dan stabilitas yang diinginkan.
Selain
diatas kompetensi kerja karyawan merupakan suatu komponen yang sangat penting diperlukan
oleh perusahaan agar menjadi suatu organisasi
yang berkualitas. Perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi akan menjadi pusat
keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan dalam
memasuki era globalisasi. Memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pekerjanya
merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas untuk
mempersiapkan tenaga kerja yang handal yang siap kapanpun diperlukan oleh
perusahaan untuk menghadapi pesaingnya yang semakin komplek.
Jadi,
banyaknya SDM yang terampil akan memperkuat kualitas sebuah perusahaan
menciptakan inovasi-inovasi terbaru menyesuaikan perkembangan jaman. Jika
sebuah perusahaan tidak berinovasi menyesuaikan perkembangan jaman dikarenakan
SDM yang dimiliki kurang berkualitas ataupun banyaknya faktor-faktor lain yang
menghambat kemajuan perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin tertinggal dan
mengalami kemunduran bahkan bangkrut. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi
seorang manajer operasi dalam memainkan perannya demi mempertahankan eksistensi
perusahaan di era persaingan global. Kemajuan teknologi tidak dapat dihindari
dan akan terus bertambah apalagi menyangkut strategi sebuah perusahaan dalam
bersaing secara sehat di era perdagangan bebas seperti saat ini. Terkadang
kendala lain adalah pengaruh kebijakan pemerintah yang terkadang dipandang
sulit bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Tingginya biaya-biaya
yang dikeluarkan termasuk juga pajak membuat seorang manajer operasi harus
mengevaluasi dan mengendalikannya agar lebih efisien dan tetap terfokus pada
rencana yang telah ditentukan.
STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL
MENGHADAPI KETATNYA PERSAINGAN GLOBAL
A. Pengertian dan Definisi Manajemen
Operasional
Prinsip dasar manajemen merupakan suatu
proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen Operasional adalah merupakan proses pengambilan
keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka
menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran yaitu tepat waktu,
tepat jumlah, tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif.
B. Pengertian
Manajemen Operasional Menurut Para Ahli
Ø Jay Heizer dan Barry Render (2005;4), Manajemen
operasional adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk
barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.
Ø Eddy Herjanto (2003;2), Manajemen operasional dapat diartikan
sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi
fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien
dalam rangka mencapai tujuan.
Ø Pangestu Subagyo (2000;1), Manajemen
operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan
produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.
Ø William J. Stevenson (2009:4). Manajemen operasional adalah sebuah sistem manajemen
atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan produk yang diinginkan.
Ø Richard L. Daft (2006:216). Manajemen operasional ialah suatu bidang manajemen
yang mengkhususkan pada suatu produksi barang, serta menggunakan sebuah alat
dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.
Ø James Evans dan David Collier (2007:5). Menyatakan bahwa manajemen operasional adalah sebuah
ilmu dan seni untuk memastikan bahwa suatu barang dan jasa diciptakan dan
berhasil dikirim ke suatu pelanggan.
C. Ruang
lingkup
Ruang lingkup manajemen operasional
berhubungan dengan keputusan tentang proses pengoperasian sistem produksi,
pemilihan dan persiapan sistem operasional yang meliputi :
1. Perencanaan jumlah kapasitas produksi yang
optimal;
2. Perencanaan bangunan pabrik, layout,
desain tata letak fasilitas;
3. Desain proses transformasi;
4. Desain aliran kerja;
5. Manajemen persediaan;
6. Manajemen proyek;
7. Membuat Skedul Kerja;
8. Pengendalian dan Pengawasan Kualitas;
9. Pemeliharaan Fasililitas Produksi;
Ruang lingkup manajemen operasional antara
lain:
a) Aspek Struktural, yaitu aspek yang
mengenai suatu pengaturan komponen yang membangun suatu sistem manajemen
operasional yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
b) Aspek Fungsional, yaitu aspek yang
berkaitan dengan suatu manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen
struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian
maupun perbaikan agar diperoleh suatu kinerja yang optimal.
c) Aspek Lingkungan, yaitu sebuah sistem
dalam manajemen operasional yang berupa pentingnya memperhatikan suatu
perkembangan dan kecendrungan yang berhubungan dengan lingkungan.
D. Peranan Manajer Operasional dalam
Fungsi Manajemen
Peranan dan fungsi dari manajer
operasional sangat strategis dalam mengembangkan sistem proses produksi yang
tangguh untuk menciptakan produk atau jasa lebih efisien dan efektif.
Beberapa tugas pokok Manajer Operasional
dalam proses produksi adalah :
1. Merencanakan kualitas dan kuantitas bahan
baku dalam proses produksi;
2.
Menentukan
dan mengatur letak lokasi pabrik;
3.
Menentukan
dan mengatur lokasi gudang persediaan dan peralatan mesin yang efisien agar penghematan waktu dalam
mobilisasi;
4.
Melakukan
pemeliharaan peralatan pabrik untuk menjamin keandalan dan kelangsungan
operasional;
5.
Menciptakan
strategi produk yang berkualitas dan unik agar dapat bersaing di pasar dengan
biaya yang efektif;
6.
Menentukan
skedul kerja yang efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada
penambahan tenaga kerja baik di lapangan maupun di area kantor, dan mengurangi
biaya lembur.
7.
Bertanggungjawab
terhadap kontiniutas hasil produksi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
E. Tujuan Manajemen Operasional
Beberapa
tujuan dalam manajemen operasional diantaranya adalah:
1. Meningkatkan efisiensi (Efficiency), yaitu
meningkatkan efisiensi dalam perusahaan.
2. Meningkatkan efektivitas (Productivity),
yaitu untuk meningkatkan efektifitas dalam perusahaan.
3. Mengurangi biaya (Economy), untuk
mengurangi biaya dalam kegiatan perusahaan.
4. Meningkatkan kualitas (Quality), untuk
meningkatkan kualitas dalam perusahaan.
5. Mengurangi waktu proses produksi (Reduced
Processing time), untuk mengurangi waktu proses produksi dalam perusahaan.
F. Ciri-ciri Manajemen
Operasional
Karakteristik manajemen operasional
menurut Zulian Yamit (2003), yaitu:
·
Memiliki
sebuah tujuan yaitu untuk menghasilkan barang dan jasa
·
Memiliki
sebuah kegiatan yaitu dalam kegiatan proses transformasi
·
Adanya
suatu mekanisme yang mengendalikan suatu pengoperasian.
G.
Fungsi Manajemen Operasional
Ada beberapa fungsi dalam manajemen
operasional yaitu:
1.
Fungsi
Perencanaan
Dalam
perencanaan, seorang manajer operasi menentukan suatu tujuan subsistem operasi
dari suatu organisasi dan mengembangkan sebuah program, kebijakan dan prosedur
yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan itu. Dalam hal ini mencakup
perencanaan produk, perencanaan fasilitas dan perencanaan penggunaan sumber
daya produksi.
2.
Fungsi
Perorganisasian
Dalam
fungsi ini seorang manajer operasi menentukan sebuah struktur individu, grup,
seksi, bagian, divisi atau departemen untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
3.
Fungsi
Penggerakan
Manajemen
operasional ini memiliki fungsi yang dilaksanakan dengan memimpin, mengawasi
dan memotivasi karyawannya untuk melaksanakan tugas. Seorang manajer harus
menciptakan suasana lingkungan kerja yang nyaman, memberikan kesejahteraan
untuk karyawannya. Maka sebuah tujuan organisasi akan tercapai secara maksimal
dengan adanya dorongan yang kuat terhadap para karyawan untuk bekerja lebih
profesional dan semangat.
4.
Fungsi
Pengendalian
Manajemen operasional mempunyai fungsi
untuk mengembangkan sebuah estandar dan jaringan komunikasi yang diperlukan
agar sebuah pengorganisasian dan penggerakan sesuai dengan yang direncanakan
dan mencapai tujuan secara maksimal.
H. Identifikasi Misi dan
Strategi Perusahaan
Di
era globalisasi dapat dilihat bahwa lingkungan yang harus di hadapi oleh sebuah
perusahaan semakin komplek. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang
semakin cepat, pergeseran pada ekonomi digital dan e-commerce yang membutuhkan
pengetahuan dan keterampilan tinggi, pasar yang terpecah belah dalam cakupan
geografi yang luas sehingga menuntut spesialisasi bidang yang jelas,
perbaikan-perbaikan dan inovasi-inovasi yang di lakukan oleh setiap perusahaan
untuk mendapatkan keunggulan bersaingnya serta ditambah lagi munculnya
industri-industri lain yang tentu saja meningkatkan intensitas persaingan
semakin besar. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang benar-benar siap menghadapi
semua itulah yang akan bertahan dan terus berkembang. Sebuah perusahaan harus
mampu menerapkan keempat fungsi manajemen operasi seperti yang tercantum
diatas.
Dalam
era globalisai seperti saat ini, munculah suatu standar baru dalam persaingan
global yang meliputi kualitas, variasi, costumization, kemudahan, waktu dan
biaya untuk keberhasilan perusahaan. Dalam hal ini tugas manajer operasipun
menjadi lebih komplek. Manajer operasional pada saat ini harus memiliki
pandangan global dalam strategi operasi, perkembangan yang cepat dalam
perdagangan dunia yang seolah dunia tanpa batasan, mengakibatkan banyak
organisasi memperluas organisasinya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di
luar negeri.
Untuk
mencapai strategi bisnis dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif yang tepat
perlu melakukan 3 langkah utama yang harus dilakukan oleh perusahaan yaitu:
1. Analisis Lingkungan
Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman serta memahami lingkungan pelanggan, industri dan pesaing
2. Menetapkan misi perusahaan
Menetapkan alasan keberadaan
perusahaan dan mengidentifikasi nilai
produk yang akan diciptakan oleh perusahaan
3. Membentuk strategi
Membangun keunggulan bersaing seperti
harga yang murah, fleksibel rancangan atau isi, mutu, penghantaran yang cepat,
ketergantungan bersaing dalam manajemen operasional dapat diciptakan melalui 3
strategi yaitu diferensiasi, biaya rendah dan respon yang cepat.
Manajemen
operasi yang efektif harus memiliki sebuah Misi dan Strategi agar rencana yang
telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal. Sebuah misi dalam perusahaan
di gunakan untuk mengetahui arah dan tujuan yang ingin dicapai. Misi dapat
diartikan
sebagai :
sebagai :
1. Alasan pendirian organisasi
2. Memberi batasan dan fokus
3. Menjawab pertanyaan tentang apa yang akan diberikan kepada masyarakat.
Setelah
misi ditetapkan maka strategi dan implementasinya dapat di mulai. Sebuah
strategi menunjukan bagaimana organisasi akan bekerja untuk mencapai misi dan
tujuan-tujuannya atau merupakan action plan organisasi untuk mencapai misinya. Strategi
dapat diartikan sebagai:
1. Rencana tindakan untuk mencapai misi
2. Memperlihatkan bagaimana misi aka
dicapai
3. Merancang pola tentang bagaimana
menghadapi serta menyelesaikan hambatan yang akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan.
Strategi
di kembangkan untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang yang ada, menetralisir
hambatan dan menghilangkan kelemahan. Ada 3 konsep strategi yang menjadi misi
yaitu diferensiasi, cost leadership dan respon yang cepat. Melihat 3 konsep
tersebut seorang manajer operasi harus menghasilkan produk yang lebih
berkualitas, berbeda dan lebih responsif. Salah satu atau kombinasi dari ketiga
konsep tersebut akan menghasilkan sistem yang memilki keunggulan khusus di atas
pesaing.
Ada
3 (tiga) yang memberikan peluang bagi seorang manajer operasional untuk meraih
keunggulan yaitu:
1. Bersaing pada perbedaan, artinya
keunikan dapat melalui karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan
kepada konsumen sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai.
2. Bersaing pada biaya, untuk mencapai
nilai maksimum yang diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai.
3. Bersaing pada respon cepat, melalui
keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang
tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel.
Dalam
prakteknya ketiga konsep strategi tersebut dapat diterjemahkan kedalam enam
strategi khusus, yaitu:
1. Fleksibel dalam desain dan volume
2. Harga rendah
3. Pengiriman cepat
4. Kualitas
5. Pelayanan purna jual
6. Lini produk yang luas.
I. Keputusan
Dalam Manajemen Operasi
Seorang
manajer dapat membuat keputusan-keputusan yang efektif di dalam bidang
manajemen operasi yaitu:
1.
Kualitas. Harapan kualitas harus ditemukan
serta prosedur harus ditetapkan untuk mengidentifikasi dan mencapai kualitas
tersebut
2.
Desain barang dan jasa. Perancangan barang/jasa akan
menentukan proses transformasi , keputusan biaya, kualitas dan tenaga kerja.
3. Desain proses dan kapasitas. Berkaitan dengan teknologi,kualitas,
tenaga kerja yang digunakan dan perawatan.
4.
Pemilihan lokasi. Lokasi sangat menentukan keberhasilan
untuk perusahaan manufaktur maupun jasa. Kesalahan dalam keputusan ini akan
berakibat pada inefisiensi.
5.
Desain tata letak (layout). Kapasitas, jumlah pekerja, keputusan
pembelian dan persediaan mempengaruhi tata letak. Proses dan bahan mentah harus
diletakkan dalam hubungan satu dengan yang lain.
6.
Perancangan kerja dan SDM. Tenaga kerja yang diperlukan harus
memilki bakat dan keterampilan yang kompeten. Pengelompokan tenaga kerja pada
bagian masing-masing sesuai dengan bakat yang dimiliki akan mempercepat proses
produksi.
7.
Manajemen rantai suplay. Keputusan ini menyangkut material
yang akan dibuat dan yang akan dibeli, kualitas, pengiriman dan inovasi pada
harga yang memuaskan. Keadaan saling menghargai antara pembeli dan pemasok
adalah penting untuk pembelian yang efektif.
8.
Persediaan. Keputusan persediaan dapat
dioptimalkan jika kepuasan konsumen supplier, skedul produksi dan perencanaan
tenaga kerja dipertimbangkan.
9.
Penjadwalan. Skedul produksi yang fisibel dan
efisien harus disusun, kebutuhan tenaga kerja dan fasilitas harus ditentukan
dan dikontrol.
10. Perawatan. Keputusan harus dibuat pada tingkat
reliabilitas dan stabilitas yang diinginkan.
Selain
diatas kompetensi kerja karyawan merupakan suatu komponen yang sangat penting diperlukan
oleh perusahaan agar menjadi suatu organisasi
yang berkualitas. Perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi akan menjadi pusat
keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan dalam
memasuki era globalisasi. Memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pekerjanya
merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas untuk
mempersiapkan tenaga kerja yang handal yang siap kapanpun diperlukan oleh
perusahaan untuk menghadapi pesaingnya yang semakin komplek.
Jadi,
banyaknya SDM yang terampil akan memperkuat kualitas sebuah perusahaan
menciptakan inovasi-inovasi terbaru menyesuaikan perkembangan jaman. Jika
sebuah perusahaan tidak berinovasi menyesuaikan perkembangan jaman dikarenakan
SDM yang dimiliki kurang berkualitas ataupun banyaknya faktor-faktor lain yang
menghambat kemajuan perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin tertinggal dan
mengalami kemunduran bahkan bangkrut. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi
seorang manajer operasi dalam memainkan perannya demi mempertahankan eksistensi
perusahaan di era persaingan global. Kemajuan teknologi tidak dapat dihindari
dan akan terus bertambah apalagi menyangkut strategi sebuah perusahaan dalam
bersaing secara sehat di era perdagangan bebas seperti saat ini. Terkadang
kendala lain adalah pengaruh kebijakan pemerintah yang terkadang dipandang
sulit bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Tingginya biaya-biaya
yang dikeluarkan termasuk juga pajak membuat seorang manajer operasi harus
mengevaluasi dan mengendalikannya agar lebih efisien dan tetap terfokus pada
rencana yang telah ditentukan.
Komentar
Posting Komentar